Sponsor

Thursday, December 18, 2014

Kulit Manggis, Jus Manggis, Jus Kulit Manggis, Kulit Manggis, Manfaat Jus Manggis, Khasiat Kulit Manggis



Bukti ilmiah manfaat kulit manggis
Jasa Iinuma
Dunia pengobatan China yang sudah berusia ribuan tahun menjadi pelopor pemakaian kulit manggis untuk menangkal penyakit tertentu. Di Thailand dan Filipina, kulit manggis lazim digunakan untuk mengobati disentri dan infeksi kulit. Di Karibia dan Amerika Latin, teh buah manggis dikonsumsi sebagai pembangkit stamina; di Brazil, untuk mengatasi masalah pencernaan.
Masyarakat India memakai tepung kulit manggis kering untuk mengatasi disentri, luka luar, luka bernanah, dan maag. Penduduk Jepang mengenal daun dan kulit batang manggis sebagai herbal berefek antiinflamasi. Dia kerap dipakai untuk mengobati eksem dan penyakit kulit lain seperti psoriasis. Di Venezuela, kulit manggis digunakan untuk mengobati infeksi kulit akibat parasit.
Laurent Garcin, penjelajah hutan berkebangsaaan Perancis yang memberi nama Garcinia mangostana pada abad ke-16, mungkin tidak menduga temuannya memiliki manfaat lebih hebat daripada pengetahuan zaman kuno itu. Semua bermula pada April 1993 saat Munekazu Iinuma mengumpulkan kulit manggis dari berbagai sentra di Indonesia. Kulit manggis itu kemudian diterbangkan ke Gifu Pharmaceutical University, Jepang.
Di sana, oleh Kenji Matsumoto dan kawan-kawan, termasuk Munekazu Iinuma, sejumlah 2,7 kg kulit buah manggis kering diekstrak dengan heksana, benzena, aseton, dan alkohol 70%. Ekstraksi menghasilkan 6 turunan xanthone: a-mangostin, b-mangostin, g-mangostin, mangostinone, garcinone E, dan 2-isoprenyl-1,7-dihydroxy-3-methoxyxanthone.
Selanjutnya mereka mengambil sejumlah sel penyebab leukemia, seperti HL60, K562, NB4, dan U937 dari Riken Cell Bank, Tsukuba, Ibaraki, Jepang. Sel kanker penyebab leukemia itu dikulturkan, kemudian senyawa-senyawa xanthone dilarutkan dalam kultur itu. Hasilnya terbukti bahwa a-mangostin memicu proses apoptosis sel leukemia
Jus Manggis



Tangkal penyakit modern
Kehebatan kulit manggis pun tidak luput dari perhatian peneliti di Indonesia. Menurut Dr Agung Endro Nugroho MSi Apt, kulit manggis mengandung 50 senyawa xanthone. Xanthone ialah bioflavonoid yang bersifat antioksidan, antibakteri, antialergi, antitumor, antihistamin, dan antiinflamasi. Molekul biologi aktif ini memiliki struktur cincin 6 karbon dan kerangka karbon rangkap, sehingga sangat stabil. Di alam ada 200 jenis xanthone, sejumlah 50 di antaranya ditemukan di kulit manggis.
testmoni
Yang paling banyak memiliki efek farmakologis adalah alfamangostin, betamangostin, dan garcinon-E. Pemeran utama penumpas sel kanker ialah alfamangostin dan garcinon-E. Keduanya menghambat proliferasi sel kanker dengan mengaktivasi enzim kaspase 3 dan 9, yang memicu apoptosis atau program bunuh diri sel kanker. Alfamangostin juga mengaktifkan sistem kekebalan tubuh dengan merangsang sel pembunuh alami yang bertugas membunuh sel kanker dan virus.
Mangostin bersama dengan gammamangostin berperan sebagai antioksidan yang sanggup mencegah aktivitas HIV-1. Kekebalan tubuh meningkat berkat antioksidan itu, maka virus penyebab HIV/AIDS pun terhambat perkembangannya. Xanthone pada kulit manggis memiliki antioksidan tingkat tinggi. Kandungan antioksidan kulit manggis 66,7 kali wortel dan 8,3 kali kulit jeruk. Sebagai antioksidan, xanthone memiliki gugus hidroksida yang efektif mengikat radikal bebas penyebab rusaknya sel tubuh. Istimewanya, nilai gugus hidroksida pada xanthone besar sekali, 17.000—20.000, Padahal nilai oxygen radical ansorbance capacity (ORAC) sumber antioksidan lain, misal anggur, hanya 1.100.
Bagi penderita penyakit jantung, temuan manfaat farmakologis kulit buah manggis bagaikan munculnya secercah cahaya di kegelapan. Betapa tidak, penyakit jantung yang memerlukan biaya relatif mahal jika ditanggulangi secara kedokteran modern, ternyata dapat diatasi oleh kulit buah manggis. Hasil penelitian Dachriyanus dari jurusan Farmasi Universitas Andalas menunjukkan, ekstrak kulit buah manggis menurunkan kadar kolesterol mencit pada berbagai dosis. Penyebabnya, alfamangostin meningkatkan aktivitas enzim lipoprotein lipase untuk menghidrolisis low density lipoprotein menjadi asam lemak dan gliserol. Kadar LDL turun, HDL meningkat. Selain itu, pembuluh darah pun kian lentur.
Sebagai antioksidan tingkat tinggi, xanthone dari kulit manggis meningkatkan daya tahan tubuh, mengontrol serangan penyakit degeneratif, seperti artritis, osteoartristis, aterosklerosis, trombosis, dan hipertensi. Sebagai buah yang mengandung senyawa antialergi, kulit buah manggis cocok untuk menangkal aneka alergi. Tercatat pula diabetes mellitus, parkinson


Manfaat Manggis dalam Pengobatan   – Sumber dan Manfaatnya.

Xanthone merupakan sekelompok senyawa organik yang pertama kali berhasil dideteksi pada tahun 1855 oleh ilmuwan Jerman bernama Schmid W. Liebigs. Saat itu, efek xanthone bagi tubuh dan kesehatan manusia memang belum banyak ditelusuri. Akan tetapi, berbagai penelitian mengenai xanthone sejak awal abad ke-20 hingga sekarang telah memunculkan banyak pemahaman baru mengenai senyawa yang merupakan bagian dari golongan senyawa polifenol ini.

Struktur, sifat kimiawi, dan interaksinya yang unik dengan metabolisme dalam tubuh manusia menjadikan xanthone salah satu fitonutrien yang penting bagi kita. Sejumlah eksperimen yang telah dilakukan di berbagai negara mendapati bahwa xanthone berperan aktif dalam tubuh kita sebagai zat yang bersifat antioksidan,                  antitumor, antialergi, antiradang, antiviral, antifungal, juga antibakterial.

Di China, xanthone telah diuji dan diverifikasi sebagai bahan yang mencegah aktivitas sel kanker hati, lambung, dan paru-paru. Sementara itu, beberapa penelitian dan eksperimen di Jepang mendapati bahwa xanthone sangat baik dalam menghambat pertumbuhan dan penyebaran leukemia dan kanker usus besar. Sebagai antibiotik alami, khasiat xanthone terbukti melampaui antibiotik buatan, seperti penisilin, floksasilin, oksasilin, dan vankomisin. Peran aktif xanthone juga tampak dalam pencegahan dan pengobatan radang sel-sel otak, penyakit Alzheimer, arthritis, asam urat, dan bahkan xanthone juga memiliki efek antidepresan, alias mencegah stres dan depresi.
Di Thailand, xanthone digunakan sebagai obat kemoterapi alami untuk memerangi kanker, dan juga mengobati meningitis (infeksi selaput otak), pneumonia, septimia, dan TBC. Sementara itu, penelitian medis di Australia membuktikan bahwa xanthone membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL), yang dampak positifnya adalah pencegahan penumpukan plak di pembuluh darah (atherosclerosis), penyakit jantung, dan stroke. Tak hanya itu, Anda yang sering mengalami masalah dengan sendi, usus, dan saluran pernapasan akan sangat terbantu apabila mengonsumsi xanthone dalam dosis yang tepat secara teratur. 

Sebagai senyawa yang sangat bermanfaat dalam menjaga kekebalan tubuh dan memerangi berbagai penyakit, Xanthone dapat ditemukan secara alamiah dalam konsentrasi yang beragam pada tanaman tropis. Akan tetapi, konsentrasi xanthone yang paling tinggi hingga saat ini diyakini terdapat dalam kulit buah manggis (Garcinia mangostana). Dari sekitar 200 jenis xanthone yang telah teridentifikasi di alam, setidaknya 43 jenis dapat ditemukan dalam buah yang rasanya manis semu asam ini. Tak hanya xanthone, manggis juga mengandung macam-macam zat bioaktif lainnya—seperti polisakarida, catechin, dan proanthocyanidin—yang turut membantu menjaga kesehatan tubuh kita secara holistik.
Melalui proses-proses yang alami dan berteknologi tinggi, kini Rumah Herbal telah menghadirkan ekstrak kulit manggis dengan kandungan xanthone yang bermanfaat di dalamnya melalui produk JUS MANGGIS SUPER ZAM untuk info juga bisa di baca di SINI
  Testimoni Manfaat Jus Manggis SUPER ZAM